Tuesday, January 30, 2018

Meraih Berkah dengan Mawaris

Dalam sebuah riwayat dikisahkan ada seorang ulama yang sedang menghadapi sakaratul maut. Ia berwasiat kepada santrinya yang berada di sisinya, ” Tulis permasalahan ini dengan cepat” Sang santri berkata, ”Imam, Engkau sangat lelah, memang masalah apa yang hendak Engkau tulis sekarang”, tanya sang santri. “Anakku, satu kata yang kita tulis bisa berarti bagi muslim lainnya”. Anakku, ada pertanyaan yang hendak diajukan! Mengapa kamu menginginkan kekayaan”. Kamu mungkin akan menjawab, agar aku dapat hidup bahagia, menikmati segala fasilitas dan membeli semua yang aku inginkan, Jika demikian jawabanmu, kamu tidak sedang mewujudkan tujuanmu.

"Seharusnya kamu katakan, Aku ingin mempunyai banyak harta, agar dapat disumbangkan di jalan Allah Swt., membiayai pendidikan anak-anakku hingga akrab dengan Allah Swt., membantu mereka yang membutuhkan, dan menginventasikannya dalam kegiatan-kegiatan sosial. Dengan demikian, setiap uang atau harta dan tulisan yang kamu berikan adalah ibadah."

Hidup itu sangat singkat, gunakan umur untuk beribadah dan meraih keridaan-Nya. Allah Swt. berfirman dalam Q.S. Hud/11:15:

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan siasialah apa yang telah mereka kerjakan” (Q.S.Hud/11:15)

Note:
Hal-hal yang perlu diselesaikan sebelum harta waris dibagi adalah; biaya mengurus jenazah, zakat bila mencapai nisab,membayar hutang bila ada, Melaksanakan amanah dan nadzar bila ada.

Renungan Kehidupan

  • Berkaryalah sesuai hati nurani dan jangan mengikuti hawa nafsu. Nafsu diciptakan Allah Swt. sebagai cobaan, bukan sebagai panutan Sekiranya manusia tidak direcoki nafsunya,maka Allah Swt. akan selalu tampak pada mata hatinya.
  • Kemanapun manusia berjalan dan berkarya dan berprestasi, pada hakikatnya mereka itu menuju kematiannya.
  • Hiasilah perjalanan dan karya kalian dengan kebaikan,niscaya kematian menemuimu dalam khusnul khatimah/kematian yang Baik
  • Anda setuju? Bila setuju, cobalah rumuskan langkah perjalanan menuju cita-cita yang inginkan


No comments:

Post a Comment

New Post

Cara Menyucikan Tanah

Cara Menyucikan Tanah - Tanah yang najis karena terkena kotoran atau najis, akan menjadi suci dengan menyiramnya dengan air. Abu Huraira...

Pages - Menu