Wednesday, May 2, 2018

Perkembangan Islam di Benua Amerika

Perkembangan Islam di Benua Amerika  - Menurut beberapa pakar sejarah dan arkeolog, Islam masuk ke benua Amerika jauh sebelum Columbus menginjakkan kakinya di sana pada 21 Oktober 1492. Berdasarkan penemuan berbagai bukti dan catatan sejarah, para pakar tersebut memperkirakan bahwa agama Islam sudah dipeluk oleh sejumlah suku Indian, di antaranya suku Iroquois dan Alqonquin sejak tahun 900 M.

Amerika merupakan negara demokrasi liberal sekaligus sekuler atau menganut prinsip pemisahan antara agama dan negara (sparation of church and state) namun sangat luas memberi kebebasan beragama bagi rakyatnya. Semula agama Islam dianggap agama para imigran Timur-Tengah atau Pakistan yang bertempat tinggal di beberapa kota. Kemudian semakin berkembang sehingga muncul suatu kekuatan Islam yang disebut “Black Moslem”. Black Moslem didirikan oleh Elijah Muhamad di Chicago. Sesuai dengan namanya Black Moslem mendapat banyak pengikut terutama dari orang-orang yang berkulit hitam. Black Moslem didukung oleh orang-orang berkulit hitam dan berjuang menuntut persamaan hak. Elijah Muhamad dalam organisasinya mengambil prinsip-prinsip ajaran agama Islam yang tidak membedakan warna kulit.

Selama dalam pimpinannya perkembangan agama Islam semakin luas. Hal itu terbukti dengan banyaknya tokoh-tokoh yang masuk Islam, seperti Malcom seorang tokoh nasional Negro Amerika sebagai orator ulung dan Casius Clay bekas juara tinju kelas berat. Malcom setelah masuk Islam namanya diganti Al-Haji Malik Al-Sabah. Sedang Casius Clay berganti nama menjadi Muhamad Ali. Elijah berdakwah melalui media masa dengan menerbitkan majalah Muhammad Speak pada tahun 1960. Elijah meninggal tanggal 25 februari dan digantikan putranya yang bernama Wallace Muhammad atau Warisudin Muhammad. Selama dalam kepemimpinan Warisudin, agama Islam bertambah maju tidak hanya dipeluk oleh kalangan orang-orang yang berkulit hitam, namun berkembang dalam kalangan masyarakat nasional Amerika. Ajaran yang disampaikannya ialah agama Islam bukan hanya untuk orang-orang berkulit hitam saja, tetapi untuk seluruh manusia apa pun warna kulitnya.

Pada tahun 1976 Walace Muhamad (Warisudin Muhamad) mengubah nama Nation of Islam menjadi World Community of Islam in West. Perubahan nama itu dimaksudkan agar sasaran ajaran dan dakwah agama Islam lebih luas lagi jangkauannya. Pada tahun itu juga ia telah membentuk majelis imam (Council of Imam) terdiri atas enam orang yang mengkordinasi kegiatan-kegiatan keagamaan. Majalah Muhammad Speak diubah menjadi Bilalian News mengambil nama dari sahabat Bilal bin Rabah.

Tanggal 30 april 1980 organisasi World Comunity of Islam in West diganti namanya menjadi American Muslim Mission (AMM) agar lebih jelas misi organisasi tersebut sebagai dakwah. Di Chicago terdapat Islamic Institute. Gedung tersebut lengkap dengan Musala, ruang kuliah, aula, asrama, perpustakaan, ruang makan dan dapur sebagai proyek organisasi Konferensi Islam Internasional di Jeddah. Di Los Angeles terdapat Islamic Center sebagai pusat ceramah dan sebagainya. Di Mansfield, Indianapolis Amerika terdapat suatu organisasi bernama Islamic Society of Nort of America (ISNA) yang telah memiliki sebidang tanah seluas 100 hektar. Di atas tanah tersebut dibangun sebuah masjid yang dapat menampung 1000 jamaah lengkap dengan perpustakaan, ruang studi dan lain sebagainya.

ISNA mengkoordinasi organisasi-organisasi mahasiswa seperti Muslim Student Association (MSA), organisasi dokter muslim, dan sarjana muslim. MSA sudah memiliki kantor tempat penerbitan buku, yaitu MSA Islamic Book Service, studio rekaman, memproduksi film-film tv dan percetakan. Majalah yang diterbitkan bernama Al-Ijtihad (persatuan). Di California berdiri sebuah madrasah Al-Madina, madrasah ini pada tahun 1972 hanya memiliki 42 anak, namun pada tahun berikutnya bertambah menjadi 105 anak. Hal ini menunjukkan perkembangan Islam di sana cukup baik. Dalam madrasah Al-Madina diajarkan semua ilmu agama, bahasa Arab, matematika, dan al-Qur'an.

Dengan semakin berkembangnya populasi muslim di Amerika Serikat, maka bertambah pula jumlah mesjid. Lebih dari 1.200 mesjid berdiri di beberapa kota Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Jumlah SD dan SMP yang mengajarkan al Qur'an juga meningkat, kurang lebih ada 1000 pusat pendidikan di Amerika saat ini.

Tingkat pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan pada komunitas muslim lebih tinggi jika dibandingkan dengan golongan lainnya yang juga menetap di Amerika. Data statistik menunjukkan bahwa pendapatan, hak kepemilikan dan tingkat pendidikan kaum Muslim makin bertambah di tahun-tahun selanjutnya. Pada tahun 1995, rata-rata tingkat pendapatan muslim yang menetap di Amerika berkisar $51.966, tetapi sekarang meningkat menjadi $55.958. Selain itu hal yang sangat penting adalah kaum muslim tinggal di kawasan dan lingkungan yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi.

Meskipun tekanan menimpa kembali kepada para pendatang muslim yang tinggal di Amerika, khususnya setelah penyerangan yang dilakukan teroris pada 9 November, kegiatan politik kaum muslim di pemerintahan mengalami peningkatan tercatat sejak 4 tahun terakhir ini. Menurut hasil jajak pendapat Institut Zogby, sebagian besar kaum muslim percaya bahwa situasi ini merupakan kesempatan yang baik untuk menyebarkan kesadaran tentang Islam di Amerika Serikat. Dengan diadakannya kampanye “Fight against Terror”, hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa kaum muslim di pemerintahan (23%) semakin yakin bahwa Amerika-lah yang sengaja menciptakan kampanye tersebut di dunia muslim, dan isu teroris dihembuskan untuk menyudutkan dunia Islam.


No comments:

Post a Comment

New Post

Menerapkan Perilaku Mulia Setelah Memahami Peradaban Islam di Dunia

Pemahaman tentang peradaban Islam di dunia, khususnya di bidang ilmu pengetahuan mutlak dilakukan, karena dunia Islam pernah menjadi pusa...

Pages - Menu