Showing posts with label Malaikat Selalu Bersamaku. Show all posts
Showing posts with label Malaikat Selalu Bersamaku. Show all posts

Monday, December 19, 2016

Penciptaan Malaikat yang Membedakannya dengan Manusia dan Jin

Tentang Penciptaan Malaikat
Mengingat sedikitnya pengetahuan yang dimiliki manusia terutama berkaitan dengan hal-hal yang gaib termasuk malaikat, sumber yang dapat dijadikan rujukan untuk mengetahui malaikat adalah dengan berpedoman kepada al-Qur’ān dan hadis-hadis Rasulullah saw.  Dalam sebuah hadis Rasulullah saw. bersabda:
Artinya: “Dari Aisyah berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian.” (HR. Muslim)

Keterangan lain tentang malaikat sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Fātir/35:1 disebutkan bahwa malaikat mempunyai sayap. Allah Swt. berfirman:
Artinya: “Segala puji bagi Allah Swt. pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah Swt. menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Swt. Mahakuasa atas segala sesuatu” (Q.S. Fātir/35:1)

Berdasarkan keterangan di atas, jelaslah bahwa malaikat adalah makhluk Allah Swt. yang diciptakan dari nur atau cahaya dan memiliki sayap, sehingga jika ada keterangan lain yang menyatakan bahwa malaikat memiliki ciri-ciri yang tidak sesuai dengan keterangan dari al-Qur’ān dan hadis, patutlah kita meragukannya.

Perbedaan Malaikat dengan Manusia dan Jin
Dari segi asal kejadian, malaikat berbeda dengan manusia dan jin, yaitu bahwa malaikat diciptakan dari nur atau cahaya sementara manusia dan jin masing-masing diciptakan dari tanah dan api. Dari sifat dan ciri-cirinya, perbedaan malaikat, manusia, dan jin dapat dilihat dalam sebagai berikut.

Malaikat:
1. Diciptakan dari cahaya
2. Wujudnya gaib, tidak tampak oleh indra manusia
3. Selalu taat dan patuh kepada Allah
4. Tidak mempunyai nafsu
5. Bertempat di langit dan dapat turun ke bumi dengan kehendak Allah
6. Tidak akan mencelakakan manusia selama manusia berbuat kebajikan

Manusia:
1. Diciptakan dari tanah
2. Wujud aslinya dapat dilihat dan diraba
3. Ada yang patuh dan ada yang ingkar kepada Allah
4. Mempunyai kehendak / nafsu
5. Bertempat / hidup di bumi

Jin:
1. Diciptakan dari api
2. Jin ada yang beriman dan ada pula yang ingkar kepada Allah
3. Jin ada yang taat dan ada pula yang membangkan kepada perintah Allah
4. Memiliki hawa nafsu
5. Selalu berusaha menjerumuskan manusia


Jumlah Malaikat Tanda Kebesaran Allah Swt

Karena sifatnya gaib, berapa jumlah malaikat secara terinci sebagaimana manusia, hanya Allah Swt. dan Rasul-Nya yang tahu. Namun demikian, keterangan hadis berikut dapat memberikan penjelasan tentang banyaknya jumlah malaikat. Hadis berikut menggambarkan banyaknya jumlah malaikat. Perhatikan hadis dari Ali ra.

Artinya: Dari Ali ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa mengunjungi saudaranya sesama muslim maka seakan ia berjalan di bawah pepohonan surga hingga ia duduk, jika telah duduk maka rahmat akan melingkupinya. Jika mengunjunginya di waktu pagi, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga sore hari, dan jika ia mengunjunginya di waktu sore, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bersalawat kepadanya hingga pagi hari.” (H.R. Ibnu Majah)

Banyaknya jumlah malaikat tersebut menggambarkan betapa Mahakuasa Allah Swt. karena dengan jumlah malaikat yang demikian banyak, sangat mudah bagi Allah Swt. untuk mengetahui gerak-gerik serta tingkah laku manusia. Namun demikian, umat Islam diperintahkan untuk mengetahui dan mengimani sepuluh nama malaikat yang diberikut tugas secara langsung kepada manusia. Nama-nama malaikat tersebut diabadikan oleh Allah Swt. dalam al-Qur’ān serta hadis Rasulullah saw. Kesepuluh nama malaikat yang wajib kita ketahui dengan tugas-tugasnya masing-masing dijelaskan pada bagian di bawah ini.



Nama-Nama Dan Tugas Malaikat

Nama-Nama Dan Tugas Malaikat - Sebagaimana halnya manusia, para malaikat memiliki tugas. Bedanya, tugas yang diberikan Allah Swt. kepada manusia seringkali diabaikan bahkan dipertentangkan untuk dilaksanakannya. Namun para malaikat, yang diberikan tugas oleh Allah Swt. kepadanya, tidak pernah menunda apalagi melalaikan dan membangkang untuk mengerjakannya. Bahkan, dia melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah Allah Swt. dan dia tidak mendurhakai-Nya. Allah Swt. berfirman:
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah Swt. terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (Q.S. at-Tahrim/66:6)

Di antara tugas-tugas malaikat itu antara lain: 1) Beribadah kepada Allah Swt. dengan bertasbih kepada-Nya siang dan malam tanpa rasa bosan atau terpaksa; 2) Membawa wahyu kepada para Nabi dan para Rasul; 3) Memohon ampunan bagi orang-orang beriman; 4) Meniup sangkakala; 5) Mencatat amal perbuatan; 6) Mencabut nyawa; 7) Memberi salam kepada ahli surga; 8) Menyiksa ahli neraka; 9) Memikul ‘arsy; 10) Memberi kabar gembira dan memperkokoh kedudukan kaum mukminin; dan 11) Mengerjakan pekerjaan selain yang telah disebutkan di atas.

Penjelasan tentang nama-nama malaikat dan tugasnya masing-masing adalah sebagai berikut.

a. Malaikat Jibril
Malaikat Jibril dikenal juga sebagai penghulu para malaikat. Ia adalah satu dari tiga malaikat yang namanya disebut dalam al-Qur’ān. Nama Malaikat Jibril disebut dua kali dalam al-Qur’ān yaitu pada Q.S. al-Baqarah/2:97-98 dan Q.S. at-Tahrim/66:4. Malaikat Jibril memiliki beberapa nama lain atau julukan, di antaranya adalah Ruh al-Amin dan Ruh al-Qudus. Adapun tugas utamanya adalah menyampaikan wahyu dari Allah Swt. kepada para nabi dan rasul-Nya.

Malaikat Jibril pula yang menyampaikan berita kelahiran Nabi Isa as. kepada ibunya Maryam dan menyampaikan al-Qur’ān kepada Nabi Muhammad saw. Dalam kisah suci perjalanan Isra’ Mi’raj, sesampainya di pos perjalanan Sidratul Muntaha, Malaikat Jibril tidak sanggup lagi mendampingi Rasulullah saw. untuk terus naik menghadap Allah Swt. Ia berkata, “Aku sama sekali tidak mampu mendekati Allah Swt. Perlu waktu enam puluh ribu tahun lagi aku harus terbang untuk dapat aku capai. Jika aku terus juga ke atas, aku pasti hancur luluh”. Mahasuci Allah Swt., ternyata Malaikat Jibril as. saja tidak sampai kepada Allah Swt.

b. Malaikat Mikail
Malaikat Mikail adalah malaikat yang diberi tugas untuk mengatur urusan makhluk Allah Swt. sekaligus mengatur rezeki terutama kepada manusia. Ia bertugas mengatur air, menurunkan hujan/petir, membagikan rezeki pada manusia, tumbuh-tumbuhan juga hewan-hewan dan lain-lain di muka bumi ini. Malaikat Mikail termasuk salah satu malaikat yang menjadi pembesar seluruh malaikat selain Malaikat Jibril.

Di samping bertugas membagi rezeki dan hujan, Malaikat Mikail juga sering mendampingi Malaikat Jibril dalam menjalankan tugas-tugasnya. Di antara tugas yang pernah dilakukan bersama Malaikat Jibril adalah sebagai berikut.
1) Ketika Malaikat Jibril menjalankan tugas membelah dada Nabi Muhammad saw. untuk dicuci hatinya karena akan diisi dengan iman, islam, yakin dan sifat hilim ia mengambil peran sebagai pengambil air al-Kausar (air zam.zam) untuk dijadikan sebagai pencuci hati Nabi Muhammad saw.
2) Ketika Nabi Muhammad saw. mendapat kepercayaan untuk melakukan Isra’ dan Mi’raj, Malaikat Mikail besama Jibril ikut mendampingi selama perjalanan.
3) Malaikat Mikail juga bertugas untuk menyampaikan lembaran kepada Malaikat Maut. Dalam lembaran itu tertulis sangat detail nama, tempat, dan sebab-sebab pencabutan nyawa bagi orang yang dimaksud.

c. Malaikat Izrail

Malaikat Izrail diberi tugas mencabut nyawa semua makhluk termasuk dirinya sendiri. Ia dikenal juga dengan sebutan Malaikat Maut. Ia merupakan salah satu dari empat malaikat utama selain Jibril dan Mikail, dan Israfil. Malaikat Izrail diberi kemampuan yang luar biasa oleh Allah Swt., hingga barat dan timur dapat dijangkau dengan mudah olehnya seperti seseorang yang sedang menghadap sebuah meja makan yang dipenuhi dengan pelbagai makanan yang siap untuk dimakan. Ia juga sanggup membolakbalikkan dunia sebagaimana kemampuan seseorang sanggup membolakbalikkan uang. Sewaktu Malaikat Izrail menjalankan tugasnya mencabut nyawa makhluk-makhluk dunia, ia akan turun ke dunia bersama-sama dengan dua kumpulan malaikat, yaitu Malaikat Rahmat dan Malaikat Azab. Untuk mengetahui di mana seseorang akan menemui ajalnya, adalah tugas dari Malaikat Arham.


d. Malaikat Israfil
Malaikat Israfil diberi tugas meniup sangkakala. Israfil selalu memegang terompet suci yang terletak di bibirnya selama berabad-abad, menunggu perintah dari Allah Swt. untuk meniupnya pada hari kiamat. Pada hari itu ia akan turun ke bumi dan berdiri di batu/bukit suci di Jerusalem. Tiupan pertama akan menghancurkan dunia beserta isinya, tiupan kedua akan mematikan para malaikat dan tiupan ketiga akan membangkitkan orang-orang yang telah mati dan mengumpulkan mereka di Padang Mahsyar.

Di dalam kitab Tanbihul Gāfilin Jilid 1 halaman 60 ada sebuah hadis panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.

Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Ketika Allah Swt. telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah Swt. menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada Malaikat Israfil, kemudian ia letakkan di mulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah”. Saya bertanya: “Ya Rasulullah saw. apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah saw. “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya; “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah saw.; “Sangat besar bulatannya, demi Allah Swt. yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama: Nafkhatul fazā’ (untuk menakutkan). Kedua: Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’as (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”

Dalam hadis di atas, disebutkan bahwa sangkakala atau terompet Malaikat Israfil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuknya laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang-orang zaman dahulu yang terbuat dari tanduk.

e. Malaikat Munkar
Malaikat Munkar diberi tugas untuk bertanya kepada orang yang sudah mati di alam kubur bersama Malaikat Nakir.

f. Malaikat Nakir
Malaikat Munkar dan Malaikat Nakir adalah dua malaikat yang bertugas
menanyakan dan menguji iman orang yang sudah mati di alam kubur.
Pemeriksaan akan dimulai ketika pemakaman selesai dan orang terakhir
dari jamaah pemakaman telah melangkah 40 langkah dari kuburan.

Malaikat Munkar dan Malaikat Nakir menanyakan tiga pertanyaan: “Siapa Tuhanmu? Siapa nabimu? Apa agamamu? Apa kitabmu? Di mana kiblatmu? Siapa saudaramu?”. Seorang mukmin yang saleh akan merespons dengan benar, mengatakan bahwa Tuhan mereka adalah Allah Swt., Muhammad adalah nabi mereka, agama mereka adalah Islam, al-Qur’ān adalah kitab mereka, Ka’bah adalah kiblat mereka, dan muslimin dan muslimat adalah saudara mereka. Jika jawaban benar, waktu yang dihabiskan untuk menunggu hari kebangkitan adalah menyenangkan. Mereka yang tidak menjawab seperti yang dijelaskan di atas dihukum sampai hari penghakiman.

 g. Malaikat Raqib
Malaikat Raqib bertugas mencatat segala amal kebaikan manusia. Ia bersama Malaikat ‘Atid yang mencatat amal buruk berjalan beriringan. (Q.S. Qāf/50:18). Dari Anas ra., dari Nabi Muhammad saw., Sabdanya: “Sesungguhnya Allah Swt. telah menugaskan dua malaikat untuk menulis segala apa yang dilakukan atau dituturkan oleh seseorang hamba-Nya (satu di sebelah kanannya dan yang satu lagi di sebelah kirinya); kemudian apabila orang itu mati, Tuhan perintahkan kedua malaikat itu dengan firman-Nya, “Hendaklah kamu berdua tinggal tetap di kubur hamba-Ku itu serta hendaklah kamu mengucap tasbih, tahmid dan takbir hingga ke hari qiamat dan hendaklah kamu menulis pahalanya untuk hamba-Ku itu.” (H.R. Abu al-Syeikh dan Tabrani)

h. Malaikat ‘Atid
Malaikat ‘Atid adalah bertugas mencatat segala amal keburukan manusia. Kedua malaikat ini (Raqib dan ‘Atid) sangat jujur dan tak pernah bermaksiat kepada Allah Swt. Mereka mencatat dengan penuh ketelitian, sehingga tidak ada satu pun keburukan dan kebaikan yang luput dari catatan keduanya. Mereka tidak ditugaskan untuk mengolah, menganalisis, menyimpulkan apalagi menjatuhkan vonis. Mereka hanya menyetor data, semua keputusan ada pada Maha kasih-sayang Allah Swt.

i. Malaikat Malik
Malaikat Malik adalah pemimpin malaikat yang bertugas di neraka. Malaikat Malik disebut dalam Q.S. Az-Zukhruf/43 :77:
Artinya : “Dan mereka berseru, “Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhan-mu mematikan kami saja.” Dia menjawab, “Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).” (Q.S. az-Zukhruf/43:77 ) Dari ayat di atas, dapat dipahami bahwa Malaikat Malik adalah pemimpin malaikat yang bertugas di neraka. Hal ini dipertegas oleh firman Allah Swt yang artinya, “Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)”. (Q.S. al-Muddassir/74:30)

j. Malaikat Ridwan
Malaikat Ridwan diberi tugas menjaga dan mengawasi surga serta menyambut semua hamba Allah Swt. yang akan masuk ke dalamnya. Ia sangat ramah menyambut dan mempersilahkan orang-orang yang akan masuk ke dalam surga.


Saturday, July 23, 2016

Kisah Dibelahnya Dada Nabi Muhammad saw

Nabi Muhammad saw. adalah seorang manusia yang sangat mulia. Di dadanya tidak ada lagi pikiran yang kotor, perasaan sombong, iri, dengki, dan perasaan serta sifat tercela lainnya. Pada suatu hari yang sangat terik, seperti biasa Nabi Muhammad saw. yang baru berumur tiga tahun ikut menggembala kambing bersama anak kandung Halimah. Mereka menggiring kambing ke sebuah padang rumput dan menggembalakannya seperti biasa. Masa-masa menggembalakan kambing adalah masa-masa yang sangat menyenangkan. Mereka dapat bermain sepuasnya sambil tetap memperhatikan kambing-kambing itu mencari makanan sendiri. Mereka dapat bersenda gurau atau berpura-pura menunggangi kuda padahal mereka sedang menunggangi kambing. Hubungan Nabi Muhammad saw. dengan anak-anak Halimah, saudara sesusuannya sangat baik dan akrab.

Suatu hari Halimah mendapati anaknya kembali seorang diri tanpa Muhammad saw. bersamanya. Wajahnya tampak kaget ketakutan. Dengan terbata-bata dan napas yang tersengal-sengal, dia mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw. dibawa oleh dua orang laki-laki yang berpakaian serba putih. Setelah diikuti, ternyata dua orang lelaki itu membawa Muhammad saw. ke suatu tempat, kemudian menelentangkannya di atas rumput dan membelah dadanya. “Dua orang laki-laki itu telah membunuh Nabi Muhammad saw.!” kata anak Halimah sambil menangis terisak-isak.

Halimah dan suaminya tersentak kaget. Mereka tidak mempercayai ucapan anaknya tadi. Apa benar Muhammad saw. sudah dibunuh? Jika ia, siapa yang membunuhnya dan untuk apa membunuhnya? Bagaimana mereka harus mengatakan kepada ibunda Muhammad saw., yaitu Aminah dan keluarganya jika benar Muhammad saw. sudah dibunuh orang? Pikiran itu berkecamuk di kepala mereka. Tanpa menunggu waktu lama, mereka segera berlari menuju tempat yang disebutkan anaknya. Mereka harus segera mengetahui keadaan Muhammad saw.

Halimah dan suaminya sampai di tempat yang ditunjukkan. Mereka menarik napas lega ketika mendapati Muhammad saw. sedang duduk di atas tanah dengan wajah sangat pucat ketakutan. “Wahai Muhammad, apakah kamu baik-baik saja? Apa yang telah terjadi terhadapmu?” tanya Halimah sambil memeluk Muhammad saw. erat-erat. Dia sangat bersyukur anak asuhnya baik-baik saja. “Dua orang laki-laki berpakaian putih mendatangiku. Mereka menyuruhku telentang dan kemudian mereka membelah dadaku. Mereka mencari sesuatu di dadaku dan akhirnya membuangnya ketika mereka sudah menemukannya. Setelah itu mereka segera pergi dengan cepat tanpa aku menyadari kepergiannya,” jawab Nabi Muhammad saw.

Begitulah, ketika Allah Swt. melalui malaikat yang diperintah-Nya membersihkan dan menyucikan hati Nabi Muhammad saw. ketika ia masih sangat kecil. Malaikat Jibril mengambil jantung Nabi Muhammad saw. dan membuang segumpal darah dari jantung tersebut yang merupakan bagian setan dari diri Rasulullah saw. Setelah itu, jantung Nabi Muhammad dicuci dengan air zamzam yang dibawa oleh Malaikat Mikail dan dikembalikan lagi ke tempatnya semula.


Hikmah Beriman kepada Malaikat

Hikmah Beriman kepada Malaikat
Orang-orang yang beriman selalu dapat mengambil pelajaran dari apa yang diimani. Dalam hal beriman kepada malaikat-malaikat Allah Swt., pelajaran yang dapat dipetik antara lain seperti berikut.


1. Menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

2. Senantiasa hati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatan sebab segala apa yang dilakukan manusia tidak luput dari pengamatan malaikat Allah Swt.

3. Menambah kesadaran terhadap alam wujud yang tidak terjangkau oleh pancaindra.

4. Menambah rasya syukur kepada Allah Swt. karena melalui malaikat-malaikat-Nya, manusia memperoleh banyak karunia.

5. Menambah semangat dan ikhlas dalam beribadah walaupun tidak dilihat oleh orang lain ketika melakukannya.

6. Menumbuhkan cinta kepada amal saleh karena malaikat selalu siap mencatat amal manusia.

7. Semakin giat dalam berusaha karena tidak ada rezeki yang diturunkan oleh malaikat Allah Swt. tanpa usaha dan kerja keras.


Memahami Makna dan Hukum Beriman kepada Malaikat

Pengertian Iman kepada Malaikat
Iman secara bahasa artinya percaya atau yakin. Iman dari segi istilah artinya meyakini setulus hati yang mengakar kuat, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan seluruh anggota badan. Menurut M. Quraish Shihab, kata malaikat berasal dari bahasa Arab yaitu malā’ikah yang merupakan bentuk jamak dari kata malak yang terambil dari kata la’aka yang berarti “menyampaikan sesuatu”. Jadi, malak/malaikat adalah makhluk yang menyampaikan sesuatu dari Allah Swt.. Menurut istilah, mailakat adalah makhluk gaib yang diciptakan oleh Allah Swt. dari cahaya, sebagai utusan Allah Swt. yang taat, patuh, serta tidak pernah membangkang terhadap perintahperintah-Nya.

Iman kepada malaikat adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah Swt. menciptakan malaikat sebagai makhluk gaib yang diutus untuk melaksakan segala perintah-Nya. Orang yang mengimaninya akan senantiasa menggunakan seluruh anggota badannya untuk berhati-hati dari dalam berkata-kata dan berbuat.

Hukum Beriman kepada Malaikat
Beriman kepada malaikat hukumnya adalah fardu ‘ain. Ia merupakan salah satu rukun iman selain iman kepada Allah, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qada/qadar. Hal ini berdasarkan pada beberapa sumber dari al-Qur’ān dan hadis sebagai berikut.

a. Q.S. al-Baqarah/2:285
Artinya: “Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qurān) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya, Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.

b. Q.S. an-Nisa’/4:136

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya (Muhammad saw.) dan kepada Kitab (al-Qurān) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah Swt., malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh”

c. Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa pada suatu hari Rasulullah saw. muncul di tengah orang banyak, lalu beliau didatangi oleh seorang laki-laki. Orang itu bertanya, ‘Wahai Rasulullah saw., apakah iman itu?’ Beliau menjawab, ‘Iman adalah kamu harus percaya kepada Allah Swt., malaikat-malaikat-Nya, kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kebangkitan di akhirat nanti...” (H.R. Bukhari dan Muslim)






Friday, July 22, 2016

Merasa Diawasi oleh Allah SWT


Pernahkan kamu berada dalam satu ruangan atau satu tempat yang terdapat closed circuit television (CCTV)? Apa yang kamu rasakan? Tentu saja kamu akan merasa selalu ingin berhati-hati dan tidak sembarang melakukan sesuatu, apalagi perbuatan yang akan menimbulkan aib atau perbuatan konyol yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Baca juga Kisah Inspirasi Merasa Diawasi oleh Allah SWT

Demikian pula orang yang meyakini keberadaan malaikat yang senantiasa mengawasi dan mencatat segala gerak-gerik dan tingkah laku manusia. Orang yang beriman kepada malaikat akan merasa selalu diawasi (muraqabah) oleh para malaikat Allah Swt. Akibatnya, segala tindak-tanduknya tersebut akan terkontrol dan terjaga. Ia tidak akan melakukan hal-hal konyol meskipun tidak ada orang lain yang melihatnya.

Keyakinan bahwa ada malaikat yang bertugas mengatur rezeki akan senantiasa membuat sesorang optimis dan semangat dalam belajar, bekerja, dan berusaha. Ia yakin bahwa malaikat akan memudahkan urusan rezekinya selama ia mau berusaha dan berdoa. Ia pantang berputus asa dan berpangku tangan karena memang Allah Swt. tidak akan menurunkan harta benda dengan menjatuhkannya begitu saja dari langit.

Orang yang meyakini bahwa ada malaikat diberi tugas oleh Allah Swt. untuk mencabut nyawa tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, maka ia akan senantiasa mempersiapkan diri agar ketika nyawanya lepas dari raga, ia senantisa dalam kebaikan. Ia akan berusaha sekuat tenaga menghindari perbuatan terlarang karena ia khawatir jangan-jangan malaikat mencabut nyawanya ketika ia bermaksiat. Demikian seterusnya. Pendek kata, orang-orang yang beriman akan selalu memperiapkan diri dengan menjauhi segala yang dilarang Allah Swt. dan mematuhi segala apa yang diwajibkan/diperintahkan Allah Swt.




New Post

Mengikuti Bacaan Muazin

Mengikuti Bacaan Muazin - Jika seseorang mendengar azan, hendaknya dia mengikuti bacaan tersebut berdasaran sabda Nabi Saw., "Jika ...

Pages - Menu