Sabtu, 04 Juni 2016

Murid Kesayangan

Merasi Diawasi Oleh Allah Swt atau muraqabah  adalah, suatu keyakinan yang dimiliki seseorang bahwa Allah SWT senantiasa mengawasinya, melihatnya, mendengarnya, dan mengetahui segala apapun yang dilakukannya dalam setiap waktu, setiap saat, setiap nafas atau setiap kedipan mata sekalipun. Sedangkan Syekh Ibrahim bin Khawas mengatakan, bahwa muraqabah “adalah bersihnya segala amalan, baik yang sembunyi-sembunyi atau yang terang-terangan hanya kepada Allah.” Beliau mengemukakan hal seperti ini karena konsekwensi sifat muraqabah adalah berperilaku baik dan bersih hanya karena Allah, dimanapun dan kapanpun.

Terdapat Kisah yang menarik dan semoga dapat meningkatkan keimanan kita kepada Allah.

Salah seorang syaikh memiliki beberapa orang murid. Namun, ia memberikan perhatian lebih pada salah seorang muridnya. Hal ini membuat iri murid lainnya. Mereka pun protes pada sang guru yang biasa dipanggil Syaikh.

Sang guru lalu memanggil semua muridnya. Ia memberikan seekor burung kepada setiap murid dan menyuruh mereka menyembelih burung itu di tempat yang tidak terlihat oleh siapa pun.

Maka para murid pun berangkat melaksanakan tugas yang diberikan gurunya. Di antara mereka ada yang pergi ke puncak bukit. Ada yang pergi ke gua terpencil. Bahkan ada yang pergi ke balik pepohonan tinggi yang tersembunyi. Ketika merasa tak ada yang melihat, mereka segera menyembelih burung yang dibawanya.

Tak lama kemudian, mereka kembali dengan membawa burung sembelihannya. Kecuali sang murid kesayangan sang guru. Syaikh lalu bertanya kepadanya," Kenapa kamu tidak menyembelih burung itu?"

Murid kesayangan itu menjawab, "Tadi guru menyuruhku menyembelih burung di tempat yang tak terlihat oleh siapa pun. Tapi, aku tak dapat menemukan tempat seperti itu. Allah kan berada di mana-mana dan akan melihat perbuatanku."

Mendengar penjelasan sang murid, Syaikh lalu berkata pada murid yang lain,  "Kini, kalian tahu kenapa aku menyayangi dan memberikan perhatian lebih padanya."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar