Minggu, 05 Juni 2016

Sulit Khusyu dalam Shalat

Sulitnya Khusyu' saat Shalat
Sulit khusyu dalam shalat sering dialami oleh orang beragama Islam, seringkali kita tidak fokus, memikirkan duniawi padahal kita sedang menghadap yang maha kuasa.

Shalat secara bahasa berarti berdo'a. dengan kata lain, shalat secara bahasa mempunyai arti mengagungkan. Sedangkan pengertian shalat menurut syara' adalah ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan tertentu, yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Shalat merupakan kewajiban bagi umat islam untuk melaksanakannya. 

Dalam mengerjakan sholat harus selalu berusaha menjaga kekhusu’annya. Secara bahasa, khusyu’ berasal dari kata khasya’a yakhsya’u khusyu’an, yang berarti memusatkan penglihatan pada bumi & memejamkan mata/meringankan suara ketika shalat. Khusyu’ itu artinya lebih dekat dengan khudhu’ yakni tunduk & takhasysyu’ yakni membuat diri menjadi khusyu’. Khusyu’ ini bisa melalui suara, gerakan badan atau pengelihatan. ketiganya itu menjadi tanda kekhusyu’an bagi seseorang dalam melaksanakan shalat. Khsyu' dalam sholat memang sulit dilakukan, tetapi apabila pikiran teralihkan, maka fokuskan kembali pikiran kita hanya kepada Allah SWT. semata.

Terdapat kisah yang menarik tentang sulit khusyu dalam shalat di zaman Rasulullah saw, seorang sahabat nabi yang mencoba untuk khusyu saat shalat.

Saat berda di masjid, Rasulullah saw didatangi oleh salah seorang sahabat. Ia mengadu karena merasa sangat sulit untuk melaksanakan shalat dengan khusyu'. Rasulullah lalu berkata,"Tidak ada orang yang dapat khusyu shlat dari awal hingga akhir."

Tiba-tiba, Ali bin Abi Thalib berkata, "Ada, ya, Rasul. Saya bisa melakukannya."

"Baiklah, jika kamu benar-benar bisa shalat dengan khusyu', aku akan memberimu sorbanku sebagai hadiah."

Ali pun segera melaksanakan shlat. Namun setelah selesai, ia tampak murung. Rasulullah saw bertanya kepadanya, "Apakah kamu bisa shalat dengan khusyu', Ali?"

"Anda benar, ya Rasul. Saya tidak dapat melakukannya. Ketika hendak salam, saya teringat akan janji Anda yang akan memberikan sorban sebagai hadiah. Seketika itu juga saya tidak dapat khusyu'."

Rasulullah saw mengatakan bahwa khusyu' itu memamng tidak mudah. Namun, ketika pikiran sudah terbawa urusan lain ketika shalat, segera kembalikan kepada shlat kita lagi. Jadi, khusyu'-lah kita dalam shalat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar